Thursday, 24 January 2013


BHUWANA AGUNG DAN BHUWANA ALIT

Teori proses penciptaan alam semesta beserta isinya ini disebut dengan “Srsti” atau siang hari Brahman. Sedangkan ketika ala mini meniada disebut dengan “Pralaya” atau “Brahmanakta” (malam hari Brahman). Tentang kapan alam semesta ini tercipta sangat sulit dipastikan mengingat keterbatasan kemampuan manusia. Beberapa ilmuwan dan peneliti mencoba untuk membuat teori tentang penciptaaan tetapi tidak satupun dapat memastikan kapan alam raya ini tercipta. Menurut Hindu sendiri teori penciptaan tentang alam semesta ini banyak diuraikan mulai dari alam semesta ini dalam keadaan tidak pernah ada, lalu ada, kemudian tidak ada lagi, demikian seterusnya berulang-ulang.

A.   Bhuwana Agung

a.  Pengertian
Bhuwana Agung terdiri dari dua kata yaittu “Bhuwana” dan “Agung”. Bhuwana artinya dunia, alam, loka atau jagat. Agung berarti besar atau raya. Jadi Bhuwana Agung artinya alam semesta (macrocosmos) atau Brahmanda.

b.  Proses terjadinya Bhuwana Agung
Alam semesta ini berasal dari Bhatara Siwa (Rudra) dimulai dari unsure yang paling halus / gaib menjadi lebih kasar / nyata. Ada 12 tahap proses penciptaan Bhuwana Agung yang disebut dengan “Tattwa Rwawelas”, diantaranya :
·         Bhatara Siwa (Rudra)
·         Sang Purusa (Brahma)
·         Awyakti (Wisnu)
·         Budhi yang bersifat Sattwa
·         Ahamkara yang bersifat Rajas
·         Panca Tan Matra yang bersifat Tamas
·         Manah
·         Akasa
·         Bayu
·         Agni
·         Apah
·         Prthiwi
Berawal dari kekuatan tapa-Nya, Purusa (unsure kejiwaan/rohani) dan Prakerti (unsure kebendaan/jasmani). Purusa dan prakerti adalah zat yang sangat halus (Citta) yang dipengaruhi kekuatan Tri Guna (Sattwam, Rajas, dan Tamas) sehingga terciptalah Buddhi, Manah, dan Ahamkara. Kemudian terciptalah Dasendriya oleh kekuatan tapa Brahman , sehingga muncul kemudian Panca Tan Matra (5 unsur yang bersifat halus. Dari Panca Tan Matra kemudian munculah Panca Maha Bhuta (5 unsur yang bersifat kasar). Panca Maha Bhuta kemudian berevolusi menjadi Brahmanda-Brahmanda yang ada di Bumi yang berlapis-lapis ini.
      Lapisan jagat raya ini disebut “Sapta Loka” yang terdiri dari :
a.       Bhur Loka (alam manusia)
b.      Bhuwah Loka (alam para leluhur/pitra)
c.       Swah Loka (alam para Dewa)
d.      Maha Loka
e.       Jana Loka
f.       Tapa Loka
g.      Satya Loka ( Nirgunan Brahman/ ruang vakum)
Ada juga lapisan menuju inti Bumi atau “Kalagni Rudra” yang disebut “Sapta Patala” yang terdiri dari:
a.       Atala
b.      Vitala
c.       Sutala
d.      Talatala
e.       Mahatala
f.       Rasatala
g.      Patala

c.  Unsure-unsure Bhuwana Agung

1.      Sang Hyang Widhi : berkeadaan sunya, sepi, mutlak/absolute, kekal abadi, abstrak
2.      Tapa : pemusatan pikiran
3.      Sang Purusa (Brahma) : benih kehidupan yang bersifat “Nitya”, tidak dapat ditangkap dengan indriya dan tidak dapat dibayangkan (inangen-angen)
4.      Awyakta (Wisnu) : asas material kebendaan tanpa kejiwaan (Pradana/Prakerti)
5.      Buddhi : bersifat Sattwam, merupakan asas intelegensi dari kesadaran
6.      Ahamkara : bersifat rajas, merupakan asas individualis
7.      Manah : untuk berpikir
8.      Panca Tan Matra : lima benih unsure yang sangat halus, terdiri dari:
·         Sabda Tan Matra : benih suara
·         Rupa Tan Matra : benih ruupa
·         Rasa Tan Matra : benih Rasa
·         Gandha Tan Matra : benih bau
·         Sparsa Tan Matra : benih sentuhan
9.      Panca Maha Bhuta : lima unsure yang lebih kasar, terdiri dari:
·         Akasa /Eter (Sparsa dan Sabda)
·         Bayu/Angin (Sparsa dan Sabda)
·         Teja/Panas (Sabda dan rupa)
·         Apah/Air (Sabda, Sparsa, Rupa, Rasa)
·         Prthiwi/Padat (kelima unsure Tan Matra)

B.   Bhuwana Alit

a. Pengertian
Bhuwana Alit adalah alam kecil, isi dari alam semesta ini yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, serta makhluk lainnya.
            Dalam Sveta Svatara Upanisad dijelaskan :
“Rudra setelah menciptakan bumi dengan segala isinya lalu member tangan kepada manusia dan memberi sayap kepada burung-burung beliau juga menjadi mata dari segala makhluk menjadi wadah/muka semua makhluk, menjadikan tangan dari semua makhluk bahkan menjadi kaki dari semua makhluk.

b. Proses terjadinya Bhuwana Alit
Setelah Sang Hyang Widhi menciptakan alam semesta ( Bhuwana Agung), maka beliau berkehendak untuk menciptakan segala isinya. Makhluk hidup diciptakan dari yang terendah sampai dengan makhluk hidup yang tertinggi. Makhluk hidup yangdiciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa setelah terciptanya alam semesta ini di bagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu:

1.       Eka Pramana, yakni makhluk hidup yang memiliki 1 kekuatan dalam hidupnya, yaitu Bayu. Makhluk ini disebut dengan “Sthawara” atau makhluk yang tidak dapat berpindah-pindah seperti tumbuh-tumbuhan. Bangsa Sthawara diantaranya:
Ø  Trana (bangsa rumput)
Ø  Lata (tumbuhan menjalar)
Ø  Taru (bangsa semak dan pepohonan)
Ø  Gulma (batang dalam berongga)
Ø  Janggama (tumbuhan yang hidupnya menumpang)

2.      Dwi Pramana, makhluk hidup yang memiliki 2 kekuatan yakni Bayu dan Sabda disebut Satwa/Sato.
Ø  Swedaya (binatang bersel satu)
Ø  Andaya (bangsa binatang bertelur)
Ø  Jarayudha (binatang menyusui)

3.      Tri Pramana, makhluk yang memiliki 3 kekuatan yaitu Sabda, Bayu, dan Idep. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna karena telah memiliki pikiran. Klasifikasinya adalah sebagai berikut:
Ø  Nara Mega (manusia binatang)
Ø  Wamana (manusia kerdil)
Ø  Jatma (manusia paling sempurna)
Jenis-jenis manusia antara lain:
Ø  Manusia laki-laki (Purusa)
Ø  Manusia perempuan (Pradana)

Manusia sebagai makhluk tertinggi kelahirannya mengalami siklus yang panjang. Bayi yang ada dalam kandungan adalah berkat bertemunya Kama Petak/Sukla dan Kama Bang/Swanita. Kama petak adalah sel laki-laki/sperma yang disimbulkan dengan Sang Hyang Semara. Sedangkan Kama Bang adalah sel wanita/telur/ovumyang disimbulkan dengan Dewi Ratih. Dalam lontar Anggastyaprana disebutkan bahwa pertemuan antara Kama Petak dan Kama Bang disebut dengan Sang Ajursulang hingga membentuk zygote yang kemudian mengalami proses pertumbuhan dalam rahim sehingga lahirlah bayi “Bhuwana Alit”.
            Lahir sebagai manusia merupakan anugerah yang sangat besar dan merupakan wujud yang sangat mulia, sehingga hendaknya kita mensyukurinya.

c. Unsur-unsur Bhuwana Alit
Bhuwana Alit - Bhuwana Agung             Purusa             +                 Prakerti
                                                      Jiwatman/Sukma Sarira       Badan Kasar/Sthula Sarira
A. Sthula Sarira
1. Dasendriya, terdiri dari :
Ø  Panca Budhindriya : 5 macam indriya untuk mengetahui sesuatu.
·         Caksuindriya (mata)
·         Srotendriya (telinga)
·         Ghranendriya (hidung)
·         Jihwendriya (lidah)
·         Twakendriya (kulit)

Ø   Panca Karmendriya : indriya yang berfungsi untuk melakukan sesuatu.
·         Panindriya (tangan )
·         Padendriya (kulit)
·         Garbhendriya (perut)
·         Upasthendriya/Bhagendriya (kelamin pada laki-laki dan perempuan)
·         Payuindriya (anus)

2. Panca Tan Matra
Ø  Sabda Tan Matra : rongga dada, rongga mulut
Ø  Sparsa Tan Matra : nafas, udara
Ø  Rupa Tan Matra : panas badan (suhu), sinar mata
Ø  Rasa Tan Matra : darah, lemak, kelenjar empedu
Ø  Gandha Tan Matra : tulang, otot, daging

3. Unsure-unsure lain

Ø  Sad Kosa : enam lapis pembungkus Sthula Sarira manusia, terdiri dari :
·         Asti (tulang)
·         Odwad (otot)
·         Mamsa (daging)
·         Rudhira (darah)
·         Carma (kulit)

Ø  Dasa Bayu/Dasa Prana : 10 macam udara badan, terdiri dari :
·         Prana (udara paru-paru)
·         Samana (udara pencernaan)
·         Apana (udara pantat)
·         Udana (udara kerongkongan)
·         Byana (udara yang menyebar ke seluruh tubuh)
·         Naga (udara perut)
·         Kumara (udara yang keluar dari badan, tangan, dan jari)
·         Krakara (udara saat bersin)
·         Dewadatta (udara saat menguap)
·         Dananjaya (udara member makan pada badan)

B. Suksma Sarira

Ø  Panca Maya Kosa, terdiri dari :
·         Anamaya Kosa ( pembungkus dari sari makanan)
·         Pranamaya Kosa (pembungkus dari nafas)
·         Vijnanamaya Kosa (pembungkus dari sari pengetahuan)
·         Manomaya Kosa (pembungkus dari sari pikiran)
·         Anandamaya Kosa (pembungkus dari sari kebahagiaan)


C. Pralaya Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit

Ketika alam semesta ini meniada disebut “Pralaya” atau Brahmanakta (malam hari Brahma. Berdasarkan pendekatan Agama, Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang bergelar Rudra dan juga akan dikembalikan pada asalnya oleh beliau.
            Masa penciptaan (Srsti) sampai dengan masa Pralaya disebut dengan satu Kalpa/satu hari Brahma yang berkisar antara 432 juta tahun atau disebut juga dengan 1 tahun Tuhan.
            Gambaran terjadinya Pralayadapat dinyatakan sebagai berikut:
“Hancurnya ikatan kesatuan api/matahari (teja) lalu menyebar ke seluruh ruangan besar yang mengakibatkan udara menjadi panas dan terus membara yang mengakibatkan air (apah) menguap dan habis. Maka semua makhluk hidup akan hancur. Zat logam atau batu (prthwi) di bumi maupun yang ada di planet-planet lain akan hancur mencair dan menguap oleh panas yang dahsyat. Kemudian  Panca Maha Bhuta akan kembali menjadi atom-atom dalam wujud yang amat samgat kecil.”



            D. Hubungan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit

                        Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit saling berhubungan erat antar satu dengan yang lainnya. Diantaranya adalah sebagai berikut :
·         Sama-sama diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dimana keduanya diciptakan pada masa Srsti dan akan berakhir pada masa Pralaya.
·         Memiliki unsure-unsure yang sama meskipun ada perbedaan waktu dalam proses penciptaannya.
·         Keduanya saling melengkapi, dimana Bhuwana Alit hidipnya sangat tergantung pada Bhuwana Agung itu sendiri, begitu pula sebaliknya, Bhuwana Alitpun juga harus menjaga dan merawat Bhuwana Agung.

No comments:

Post a Comment